Langsung ke konten utama

Kampung Adat Tertua Di Flores Terbakar

Kabar duka baru saja datang dari Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung adat megalitikum Gurusina dikabarkan terbakar pada Senin (13/8) petang. Penyebab kebakaran yang terjadi di kampung yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores ini masih diselidiki. Namun diduga kuat berasal dari arus pendek listrik.

Sebelum terbakar, Kampung Gurusina merupakan salah satu kampung adat yang sangat indah. Panorama alamnya begitu memukau. Penasaran seperti apa penampakannya? Berikut potret dan ulasan uniknya!

1. Kampung Adat Gurusina, dengan pemandangan Alam yang sangat memukau, yang membuat rumah adat tersebut tampak sangat eksotis.

2. Gurusina adalah Kampung Tertua di Flores.

3. Terdapat 33 rumah yang semuanya terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Dan sebanyak 27 diantaranya ludes terbakar pada senin petang.

4. Karena keindahan dan keunikannya, tak heran kampung adat ini menjadi yang paling ramai dikunjung, setelah kampung Adat Bena.

5. Kerennya lagi, kampung ini berada tepat di kaki Gunung Inerie yang berbentuk kerucut sempurna.

6. Pemukiman dikampung ini terbagi dalam beberapa area sesuai dengan ketentuan Adat, seperti bangunan Adat, Rumah Adat, Pohon Pelindung, dan Area Perkebunan.

7. Pondok-pondok yang ditinggali warga dikenal dengan sebutan Sao. Didepan rumah biasanya terdapat tanduk kerbau yang menjadi tanda kejayaan dan kekayaan penghuninuya.

8. Salah satu kegiatan warga dikampung ini adalah menenun. Wisatawan yang berkunjung kesini bisa membawa oleh-oleh berupa kain tenun dan aksesoris lainnya.

9. Uniknya lagi, terdapat batu Megalitikum yang berdiri tegak ditengah kampung.

10. Untuk mencapainya, kamu harus menempuh jarak sejauh 26 kilometer dari pusat Kota Bajawa, dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan alam yang amat indah.(Firmansyah Mawero)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai Rupiah Terhadap Dollar

Currency against US Dollar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Venezuela: -2,000,000% Sudan: -168% Turkey: -67% Argentina: -65% Angola: -57% Iran: -30% Brazil: -21% Ethiopia: -18% Pakistan: -17% Russia: -13% Sweden: -12% Tunisia: -11% Nicaragua: -8% Indonesia: -8% Myanmar: -8% Haiti: -8% India: -7.4% Yang bilang Rupiah hancur adalah mereka yang pura2 bodoh atau bodoh beneran. Semua data bisa di cari di Internet. Kalau pendapat saya sih pura2 bodoh dalam rangka membodohi masyarakat awam #2109jokowitetappresiden #bersihmerakyatkerjanyata #indonesiasiapbersaingdileveldunia #kotabekasikeren #mustikajayakeren #cimuningkeren #pedurenankeren #mustikasarikeren #bantargebangkeren #ciketingudikkeren #cikiwulkeren #sumurbatukeren #rawalumbukeren #bojongmentengkeren #bojongrawalumbukeren #sepanjangjayakeren #pengasinankeren #nasdemantimahar #nasdempeloporgerakanperubahan #politiktanpamahar #nasdemustikabara #firmanasdemustika #firmanasdemawero Salam Re...

NASDEM : Politik Tanpa Mahar

Partai NasDem membulatkan tekad politik tanpa mahar. Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkap, NasDem sejatinya bisa meraup pemasukan besar sejak mengikuti pilkada beberapa waktu terakhir jika menerapkan mahar politik.  "Tiga kali pilkada (yang diikuti) potensi pemasukan keuanganya itu perlu saudara-saudara ketahui, tidak kurang dari Rp1 triliun," kata Surya Paloh dalam konsolidasi kader NasDem se-Jawa Barat di Bandung, Jabar, Minggu 4 Maret 2018. Kalau mau, kata Surya, NasDem bisa saja tak menolak duit itu. Apalagi, ongkos sebagai partai politik, tidak sedikit. "Rp1 triliun ditolak oleh partai ini? Partai baru ini? Mungkin kalau kita sumbangkan untuk paslon Jabar ini, pasti menang ini," ujarnya. Surya Paloh juga mengungkapkan, ketika Pemilu 2014, NasDem menolak uang Rp57 miliar uang kebutuhan saksi yang disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana yang disiapkan KPU dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sejatinya untuk membiayai keperluan s...