Langsung ke konten utama

Tank Boat Pertama Di Dunia


Tank boat ini merupakan yang pertama di dunia. Memiliki panjang 18 meter dengan tenaga penggerak menggunakan mesin diesel, dan mampu melaju hingga 50 knot dari perairan dangkal hingga ke laut lepas. Alat tempur di air ini juga dibekali senjata Remote Control Weapon System (RCES) dengan kaliber 7,62 mm dengan sistem navigasi canggih.

============================================

PT Pindad (Persero) bekerja sama dengan perusahaan lokal PT Lundin Industry Invest dan CMI Defence asal Belgia baru saja berhasil mengembangkan sebuah tank boat yang diberi nama Antasena, yang diambil dari nama tokoh mitologi pewayangan yang mampu menyelam di dalam air, yang juga untuk menggambarkan kondisi dan tantangan geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan perairan.

Tentu sangat membanggakan Indonesia mampu membuat tank boat berkualitas dunia hingga mulai dipesan negara lain, termasuk negara besar seperti Rusia. Ini menandakan produk alat pertahanan dari Indonesia dapat menyamai produk negara maju lainnya.

Tank boat ini merupakan yang pertama di dunia. Memiliki panjang 18 meter dengan tenaga penggerak menggunakan mesin diesel, dan mampu melaju hingga 50 knot dari perairan dangkal hingga ke laut lepas. Alat tempur di air ini juga dibekali senjata Remote Control Weapon System (RCES) dengan kaliber 7,62 mm dengan sistem navigasi canggih.

Tank boat ini memiliki daya jelajah 400 nautical mile (40 knot) atau setara 2003 mil setara dengan jarak dari Jawa ke Kalimantan tanpa perlu refuel (isi bahan bakar). Dilengkapi juga dengan rudal untuk mengejar pesawat.

Indonesia sebagai negara maritim sangat memerlukan alat pertahanan seperti ini. Tank boat Antasena mampu menembakkan peluru hingga 15 km dengan tembakan tidak langsung (vertikal artileri). Tembakan sampai 5 km untuk direct fire (tembakan langsung).

Dalam upaya menekan berat kapal, Lundin mengintegrasikan bahan komposit yang 10x lebih ringan dan lebih kuat 10x dibanding baja, juga tahan api. Hal ini berbeda dengan material yang pernah digunakan pada Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran, KRI Klewang 625.

Sementara itu, CMI Defense bertanggung jawab memasok sistem turet Cockerill XC-8 105HP yang sudah memiliki sistem komputer balistik dan stabilisasi untuk memberikan solusi dan koreksi atas sudut penembakan. Sistem kubah ini diawaki dua orang yang telah mengintegrasikan bustle-mounted autoloader.

"Aku Bangga Produk Dalam Negeri"
Salam Nusantara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai Rupiah Terhadap Dollar

Currency against US Dollar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Venezuela: -2,000,000% Sudan: -168% Turkey: -67% Argentina: -65% Angola: -57% Iran: -30% Brazil: -21% Ethiopia: -18% Pakistan: -17% Russia: -13% Sweden: -12% Tunisia: -11% Nicaragua: -8% Indonesia: -8% Myanmar: -8% Haiti: -8% India: -7.4% Yang bilang Rupiah hancur adalah mereka yang pura2 bodoh atau bodoh beneran. Semua data bisa di cari di Internet. Kalau pendapat saya sih pura2 bodoh dalam rangka membodohi masyarakat awam #2109jokowitetappresiden #bersihmerakyatkerjanyata #indonesiasiapbersaingdileveldunia #kotabekasikeren #mustikajayakeren #cimuningkeren #pedurenankeren #mustikasarikeren #bantargebangkeren #ciketingudikkeren #cikiwulkeren #sumurbatukeren #rawalumbukeren #bojongmentengkeren #bojongrawalumbukeren #sepanjangjayakeren #pengasinankeren #nasdemantimahar #nasdempeloporgerakanperubahan #politiktanpamahar #nasdemustikabara #firmanasdemustika #firmanasdemawero Salam Re...

NASDEM : Politik Tanpa Mahar

Partai NasDem membulatkan tekad politik tanpa mahar. Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkap, NasDem sejatinya bisa meraup pemasukan besar sejak mengikuti pilkada beberapa waktu terakhir jika menerapkan mahar politik.  "Tiga kali pilkada (yang diikuti) potensi pemasukan keuanganya itu perlu saudara-saudara ketahui, tidak kurang dari Rp1 triliun," kata Surya Paloh dalam konsolidasi kader NasDem se-Jawa Barat di Bandung, Jabar, Minggu 4 Maret 2018. Kalau mau, kata Surya, NasDem bisa saja tak menolak duit itu. Apalagi, ongkos sebagai partai politik, tidak sedikit. "Rp1 triliun ditolak oleh partai ini? Partai baru ini? Mungkin kalau kita sumbangkan untuk paslon Jabar ini, pasti menang ini," ujarnya. Surya Paloh juga mengungkapkan, ketika Pemilu 2014, NasDem menolak uang Rp57 miliar uang kebutuhan saksi yang disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana yang disiapkan KPU dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sejatinya untuk membiayai keperluan s...